Kosmetik Halal

Friends

Tampilkan postingan dengan label Experience. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Experience. Tampilkan semua postingan

Sphageti SMANSA IA.3

Kami menamakan kelas kami "Sphageti"- "Serikat Pengetahuan Alam Gerbong Tiga" .

Sebelum saya menjadi bagian dari Sphageti, saya berada di kelas X.9. penentuan kelas unggulan di SMA saat itu bukan tergantung dari angka dibelakang, namun dilihat keseluruhan dari nilai tertinggi kelas yang saat itu kelas unggulan nya adalah kelas X.2.Saat berada di  kelas X saya mempunyai teman sebangku bernama Yulinda Pratiwi. Dia juga teman yang pertama saya temui saat MOS.

Sphageti, Kami ada sejak bergabung di kelas XI dan XII IA.3 itu terbagi saat penjurusan IPA atau IPS
Saat kelas XI.IA 3 walikelas adalah Pak Hapawi. beliau mengajar matapelajaran Kimia, beliau guru yang sangat baik dan benar-benar memperhatikan indeks prestasi anak-anak didiknya.Saat berada di XI.IA 3 teman sebangku saya yang pertama adalah Theo Rosadi. Saat kelas XII.IA 3 walikelas kami adalah Pak Yacobus Wakija, beliau mengajar matapelajaran Fisika. Beliau juga guru yang baik.. Saat kelas XII saya duduk sebangku dengan Febriandini Artita P

Kegiatan rutin yang selalu ada sampai saat ini adalah acara Buka Puasa bersama yang dilakukan satu tahun sekali. Agenda ini wajib dilakukan  karena hanya moment inilah bisa kumpul bersama lagi. Meskipun terkadang tak banyak yang bisa hadir.









Saat perpisahan di Ballroom Hotel Novotel


Dirgahayu Pramuka Indonesia ke 51

Menjadi bagian dari anggota kepramukaan merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan. kekeluarga nya jelas sekali terasa mulai dari saya SMP lanjut ke SMA hingga dibangku kuliah pun saya masih mengikuti kegiatan kepramukaan meskipun tidak seaktif saat SMA

Pramuka merupakan kegiatan kepanduan yang dilaksanakan di indonesia dan dunia.
Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana  yang memiliki arti bahwa Rakyat Muda yang suka Berkarya.
lambang pramuka merupakan tunas kelapa.

Lambang Gerakan Pramuka (menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) adalah Tunas Kelapa, dikenakan pada kerah kiri baju pramuka dan Lambang WAGGGS yang dikenakan pada kerah kanan baju pramuka puteri. Sedangkan untuk putera, Lambang Gerakan Pramuka dikenakan pada kantung sebelah kiri, sedangkan Lambang WOSM pada kantung sebelah kanan kemeja. Emblem lokasi wilayah Gerakan Pramuka (berdasarkan provinsi) dikenakan pada lengan sebelah kanan baju Pramuka.

Pramuka didirikan di Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961, dan tanggal itu bertepatan dengan hari ini.
Hingga 2012 ini Kepramukaan Indonesia telah sampai pada umur ke 51, semoga terus berkembang pesat, terus maju dan tetap terus melahirkan generasi yang berkualitas.

Saya bangga menjadi bagian dari keluarga besar PRAMUKA SMAN 1 PALEMBANG




Sudah banyak pengalaman yang saya peroleh, kemah, saudara-saudara yang senantiasa ada saat suka duka, para pembina yang baik dan senantiasa memberikan pendidikan dan latihan yang bermanfaat.
Hal yang paling berkesan adalah ketika mengikuti lomba gerak jalan pramuka dengan medan yang menantang dan jarak tempuh yang lumayan jauh. Tim kami memang tidak menang. Namun, kami bangga dapat menyelesaikan setiap tantangan bersama-sama, rasa persaudaraan lebih terasa ketika saling menyemangati menusuri perjalanan yang menjadi rute perlombaan.

saat menyelesaikan salah satu rintangan di bumi perkemahan cadika
Baru-baru ini tanggal 12 agustus 2012 kami mengadakan buka puasa bersama di kediaman Maura kelas X. Makasih dek atas jamuannya .. 


saya-chika-mega-suci-fadil-oka para alumni


kk pembina


kk adi dharma (pembina)-adit-deaz


Proud to be part of them :D Prakasa is the best.. forever..

Dirgahayu Pramuka Indonesia ke 51.....Semoga kita selalu menjadi saudara.. :D Jayalah selalu....



Apa pengorbananmu demi pendidikan?

 Siapa yang tidak ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi? tentu saja semua orang ingin mendapatkan pendidikan yang tinggi, yang layak dan mendapat gelar dan apresiasi atas prestasinya di dunia pendidikan yang ia tempuh. Tapi, tidak semua orang memperoleh kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan. Banyak masyarakat di indonesia yang harus memupuk keinginannya memperoleh pendidikan dikarenakan  faktor biaya. Zaman sekarang ini, banyak sekali anak-anak muda yang sudah kehilangan semangat dalam menimba ilmu. Padahal kebanyakan dari mereka telah memperoleh kesempatan, memiliki ekonomi yang kuat, dan dilengkapi fasilitas yang memadai. Apa yang kamu korbankan untuk sebuah ilmu? Maka dari itu, jika kamu lebih beruntung dari mereka, manfaatkanlah kesempatan itu sebaik mungkin...

Dan seperti itu lah yang sedang saya dan rekan-rekan saya lakukan. Kuliah di universitas sriwijaya indralaya merupakan tantangan tersendiri bagi kami yang memilih tidak menetap atau nge-kost di indralaya. Mengapa? jarak yang lumayan jauh dengan waktu tempuh normal kurang lebih satu jam membuat kami harus bergerak lebih pagi kalau tidak mau ketinggalan bis . Bila sudah kesiangan, maka kami harus berdesak-desakan hingga adu siku untuk mendapatkan satu kursi didalam bis. Meskipun sekarang ini pemerintah kota telah menyediakan transmusi  rute Indralaya-palembang. Namun, tidak banyak mahasiswa menggunakan fasilitas ini, karena ongkosnya yang lebih mahal bila dibangdingkan dengan bis kampus.

Untuk menuju kampus tercinta di indralaya, jalur yang kami tempuh merupakan jalur lintas dengan volume kendaraan yang banyak dan didominasi oleh truk-truk ekspedisi besar yang mengangkut barang-barang. Hal ini cukup menggangu perjalanan karena truk-truk pengangkut ini berpotensi menimbulkan kemacetan panjang. Sebab, kebanyakan penyebab macet adalah disebabkan oleh kendaraan truk yang mogok atau mengalami kecelakaan.Truk batubara adalah penyumbang terbesar kemacetan di jalur ini.
Truk batubara terbalik yang menimbulkan kemacetan





Tidak hanya karena kecelakaan atau mogoknya truk dijalan, namun akibat kondisi jalan yang buruk dan berlubang, serta jalan yang sempit ini juga memicu kemacetan. Kemacetan diperparah bila para pengemudi kendaraan tidak sabar yang menimbulkan penumpukan kendaraan.

Namun, saat ini pemerintah kota sedang melakukan pelebaran jalan pada jalur ini, sudah sering pula dilakukan perbaikan jalan dengan melakukan peng-aspal-an di titik tertentu yang rusak. Setidaknya hal ini membantu kelancaran akses menuju indralaya. Meskipun proyek itu belum rampung, tapi semoga saja cepat selesai sehingga dapat mengurangi potensi kemacetan di jalur ini.

macet di jalur indralaya-palembang




 Kondisi jalan berdebu, dengan fasilitas transportasi yang kurang memadai ini menjadi saksi betapa kerasnya perjuangan kami menimba ilmu di bangku kuliah untuk mencapai gelar sarjana.  Namun, hal ini kami nikmati, meskipun peluh dan keluh sering terucap namun hal itu akan setimpal dan berbuah manis bila ditekuni dengan ikhlas. Seperti inilah cara kami menghargai sulitnya menempuh pendidikan. Kuliah di indralaya ini menjadi kebanggan tersendiri bila mampu menyelesaikan studi disini. Bagaimana dengan dirimu? sudah siapkah kamu berkorban untuk pendidikan mu? That's ur choice....


Gesit 4 Beritapagi- Pasukan Talang Kerangga

Masa SMA adalah masa dimana saya berjibaku dengan segala macam aktifitas baik intrakulikuler maupun ekstrakulikuler. Bagi saya pengalaman saat menduduki bangku SMA adalah pengalaman berarti yang memberi banyak inspirasi dalam kehidupan. Ikut kegiatan Kepramukaan dan Kelompok Ilmiah Remaja adalah salah satu aktifitas yang saya tekuni dibidang ekstrakulikuler. Keikutsertaan saya diorganisasi ternyata belum membuat saya merasa puas dengan prestasi yang saya punya. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk mencari pengalaman baru sebagai seorang wartawan pelajar disalah satu media cetak di kota saya.

Menjadi salah satu bagian dari keluarga besar BeritaPagi Palembang, merupakan kebanggaan tersendiri. Basecamp yang terletak dijalan Talang Kerangga ini memberi segudang cerita. Banyak pengalaman dan ilmu yang saya dapat selama setahun berkerja sebagai seorang wartawan pelajar. Gesit 4 yang merupakan kepanjangan dari Generasi Siswa Terdepan angkatan 4 menjadi keluarga baru saya sejak tahun 2009. Gesit 4 terdiri dari enam anggota (saya, Dewi Ariesi R, Nisa, Ahmad Suaif, Rendi Hariwijaya, dan Hamdi) dengan seorang ketua koordinator bernama Pratiwi Eka Putri. Kami dibawah asuhan mbak Messi Parlinda yang selalu memberi semangat dan selalu sabar mendidik kami agar dapat menghasilkan tulisan yang baik.

nisa,saya dan eka si ibu ketua

eef,dewi,saya,eka,rendi dan nisa. hamdi berhalangan hadir

foto bersama kru gesit 1-5, paling tengah mb messi dan anaknya

Sering sekali muncul rasa rindu akan keadaan dimana semua kru gesit berkumpul. Rapat dihari kamis membahas deadline yang selalu dibumbui dengan tawa dan canda menjadikan kami lebih akrab satu sama lain. Adakalanya pula disaat sedang serius, kami harus benar-benar profesional. Don't u remember??Dan sekarang kru Gesit 1 sampai 5 telah meniti jalan masing-masing, hampir tidak ada waktu untuk sekedar berkumpul bersama. Tapi bagi saya.. moment saat bersama kru Gesit dan Beritapagi Palembang adalah moment spesial yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Thanks buat kalian semua yang telah memberi warna dalam hidup ini. Pengalaman bersama kalian ini mengisi bagian tersendiri dihati .... <3

ini salah satu hasil tulisan kru Gesit 4 dalam surat kabar BeritaPagi Palembang, edisi 30 Agustus 2009 halaman 24



Makasih yaa .. sudah mau dibaca semoga cerita  ini bermanfaat.. :D

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More